Kamis, 31 Januari 2013

Hidup itu...


Hidup manusia itu seperti Sebuah “Buku”….
Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover belakang adalah tanggal kematian.
Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.

Ada buku yg tebal, ada buku yg tipis.
Ada buku yg menarik dibaca, ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di’edit’ lagi.
Tapi hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya,
selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih,
baru dan tiada cacat.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.
Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita
dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.
Isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata.
Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Tuhan,
tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.
Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai,
kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan di hadapanNYA.
Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita
dan siapapun setelah kita nanti.

Selamat menulis di buku kehidupanmu,
Menulislah dengan tinta dgn cinta
dan penuh rasa kasih sayang,
serta pena kebijaksanaan ..

diambil dari repostnya..bu mira tersayang:)

Selasa, 29 Januari 2013

Sedikit Nasihat...

Ottista,menjelang senja...

salah satu tuga seorang anak adalah melindungi keluarganya dari siksaan api neraka..
dan salah satu tugas seorang kakak adalah menuntun adik-adiknya ke jalan yang benar..

kenapa baru skarang kk menyadarinya...saat sudah jauh dari kalian..tapi tak apalah,walaupun tak bisa langsung membimbing kalian karna jarak yang menjadi alasan ini,mungkin melalui tulisan ini berharap bisa memberikan sedikit nasihat.

teringat dulu..masa-masa kecil,masa-masa jahiliyah..kita selalu berantem,bertengkar dan saling memaki karena suatu hal sampai hal yang sepele pun.sebagai seorang kakak..juga tak pernah mau mengalah dan engkau sebagai adik tak pernah juga mau mengalah....

yaaa..itu dulu..masa-masa jahiliyahnya kk..mungkin kk mu ini gak dewasa..walau sekarang masih belum dewasa..namun sekarang sudah mulai terfikirkan tanggung jawab sbgai seorg kk.

ok sekarang kita damai yaa :P

jadii gini..waktu itu saat mendengar kau tak mau sekolah..sedih banget rasanya..kenapa sampai mengambil keputusan seperti itu..keputusan yang bodoh..taukah engkau..kakakmu ini benci dengan orang yang bodoh..orang yang gak punya ilmu..orang yang gak mau sekolah..lalu kenapa engkau begitu mudahnya mengambil keputusan seperti itu...

jiiii,,,sebagai seorang laki-laki kamu harus berpendidikan..punya banyak ilmu..harus melebihi kakak seharusnya..karena laki-laki itu punya banyak tanggung jawab nantinya,coba berfikir kedepan nantinya...laki-laki itu sebagai imam di rumah tangganya nanti,sebagai pemberi nafkah yang merupakan kewajiban utamanya...nanti mau kasih makan apa anak gadis orang..??? dan tentunya juga harus sebagai seorang ayah yang hebat.

kamu harus sekolah tinggi-tinggi biar bisa dapat kerja...ingat kata one ndak??
biar bisa menafkahi keluargamu kelak..apa gak malu nanti kalo ditanya sama anaknya.."ayah,ayah dulu sekolah sampai apa ??" apa gak malu kalo ditanya sperti itu...

jii cobalah berpikir kedepan...jangan mau kalah sama kakak..sebagai perempuan aja yang nanti tugasnya gak harus mncari nafkah tetep mau dan berkeinginan sekolah setinggi-tingginya agar nanti anak bisa bangga dilahirkan dan di didik oleh orang tua yg berilmu dan berpendidikan....

ayo dong mau sekolah lagi..jangan bolos-bolos sekolah..
tau nggak ?? kalo cewek2 jaman sekarang banyak maunya..gak kan mau sama cowok yg berpendidikan rendah.cobalah perbaiki diri..rajin sholat..taat pd perintah Alloh.
jangan seperti sekarang ini...berubahlah.....
jangan hanya bermodal tampang doang...jadilah laki-laki yang baik kalau mau mendapatkan perempuan baik-baik.

sekedar sharing aja,,perempuan kalo memandang laki-laki,hal pertama yang dilihat bukanlah tampangnya,beda dengan laki-laki kalo melihat perempuan pasti dari wajah n fisiknya dulu...tapi kalo perempuan itu melihat laki-laki pasti dari ketakwaanya,perilaku dan akhlaknya,soal tampang ,mapan itu mungkin tambahan saja...

sekarang perbaiki akhlak..tingkah laku juga..jangan mudah mengumbar rayuan ke cewek-cewek.jadilah laki-laki yang beribawa,diam dan calm nya seorang laki-laki akan menambah kegantenganya :) CMIIW

Senin, 28 Januari 2013


kalimat pertama..
"jangan biarkan cintanya bertepuk sebelah tangan !!! "

kecintaan seseorang pada orang yang suka berbuat baik padanya,itu memang boleh..yaaa boleh-boleh aja.namun hendaknya kecintaan tersebut dibangun diatas kecintaan karena Allah.artinya,standar kecintaan pada seseorang seimbang dengan ketaatan seseorang itu pada Allah.jika seseorang itu termasuk kalangan orang yang sholeh dan bertakwa ia akan semakin cinta.sebaliknya, cintanya akan semakin berkurang pada orang yang suka berbuat maksiat dan durhaka.inilah maksud kecintaan karena Allah.

kecintaan karena Allah itulah yang menuai kelezatan dan manisnya iman
hmm...ingat kata-katanya  ust.Salim Al Fillah .."ada 2 pilihan ketika kita bertemu cinta.....
jatuh cinta atau bangun cinta padamu,aku memilih yang kedua agar cinta kita menjadi istana..."

dan jangan pernah terlupakan yang satu ini...
> cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainya.
    Syaikhul islam ibnu Taimiyah mengatakan,"sungguh,jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya,niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal yang lebih manis,lebih indah,lebih nikmat,dan lebih baik dari pada Allah.

oiya..kali ini nulis tentang cinta..bukan berarti yang nulis lagi jatuh cinta loh...^^hehe

sekedar tau aja :)

hmm..akhir-akhir ini sering nulis di blog..yang udah lama gak dibukaa ini..
ditengah kesibukan kuliah dan pkl..masii sempat aja nulis..hehe

yaa..sebenarnya saya ini adalah orang yang mudah kecewa dan di kecewakan :(
jadii,,pada saat emosii..parasaan yang sedang kacau atau apalah namanya...
kalo udah gitu biasanya saya luapkan lewat nuliis..yaa nulis apa ajaaa..

hampir di semua catatan kuliah saya dipenuhi dengan cuhatan-curhatan yang gak penting..apalagi saat kuliah kalo udah gak ngertii materinya..pasti..nulis2..yang gak penting itu...knapa saya bilang gak penting?
karna setiap coretan itu ditulis oleh orang yng gak bakat nulis..jadinya kemana-mana..hehe

Jumat, 25 Januari 2013

surat cinta untuk dia yang tersayang...

ottista ,4 0kt 12

mungkin sering terhujam dalam hati bahwa aku mencintaimu karena-Nya,kutulis diatas kertas atau kuselipkan di note Hp kusaat aku ingat padamu,atau ku biarkan hanya hatiku yang berucap.

hmm..aku pernah benar-benar menangis ketika teringat denganmu..aku pernah benar-benar tersenyum mengingat hari-hari yang kulalui bersamamu,aku benar-benar bersusah payah untuk tidak mengeluarkan air mta saat hati ini tak rela berpisah denganmu,benar-benar tak mau melepaskan pelukanmu terlebih dahulu,,,begitulah aku padamu..
Mama....

percayakah mama dengan semua yang aku ucapkan??


tapii suatu ketika mama menelepon , aku sedang panik dengan banyak hal, Banyak cerita mama yang jadi abai. Ya, bukan aku. Bukan aku yang akan menjemput syurga itu karena syurga di bawah telapak kakiku baru saja kucampakkan. Aku geram dengan diriku yang tak bisa mengacuhkan beliau sebentar saja ..
Ternyata, walau berkali-kali kukatakan mencintaimu, tak ada tanda-tandanya dalam akhlakku. Aku yang jahat padamu. Aku yang senang mengacuhkanmu. Aku yang gembira bisa mengabaikanmu.


Homesick...


homesick...
salah satu penyakit yang saya benci,baru bebereapa bulan pisah..penyakit ini mulai menjangkiti seluruh raga ini,,,membuat saya gak  fokus kuliah :(
ahhhhhhh,,,menjauh lah..jangan hampiri saya..
bagaimana nanti ya..kalo sudah bersuami (berpikirkedepan)...sanggupkah jauh dari mama..papi..puji..pia ..pebi..nanti juga kalo penempatanya jauh dari mereka gimana???
yah..yah..

seharusnya udah terbiasa dong..sejak berumur 15 tahun kan udah pisah dari  mereka..sekarng udah berlalu 5 tahun..kan itu waktu yang cukup lama untuk membiasakan diri jauh dari mereka..knapa sampai saat ini masih belum terbiasa ???
kata pepatah sih..cinta orang tua sepanjang jalan,cinta  anak sepanjang pengalan..tapii..itu  gak berlaku untuk saya..saya..saya..sangat mencintai mereka..jaga mereka ya Allah..
 tapi harus ingat juga..."jgn ada siapapun yang menandingi cinta hamba pada Engkau.".

detik ini..benar-benar pengen pulang...
pikiran ini kemana-mana..mulai gak fokus T.T
padahal setumpuk tugas ada di depan mata :(
setumpuk amanah mengelilingi....
tgs kuliah..uas..pkl..udah banyak menyita waktu n pikiran,,tapi tetep aja..kebayang2 orang rumah...
 ayo dong...tiii ,,jangan lemah gini..udah lebih setengah perjalanan loh...gak kan lama kok..bersabarlah...

lalu kenapa pernah merasa sendiri...
laa tahzan,innallaha ma'ana..."semestinya,ayat ini menjadi bukti bahwa cinta-Mu selalu menemani



Kamis, 24 Januari 2013

hanya bisa bilang maaf...


Ternyata, menyakiti itu mudah sekali. Lillahi, jangan biarkan kezhaliman demi kezhaliman ini membuatku melangkah jauh dariMu. Karena sedetik pun tak pernah terlintas di hati dan pikiranku untuk melenggang pergi dari jalan juang yang terlanjur ku cintai..

Pernah satu kali dalam hidupku, Kau begitu dekat dalam hidupku. Aku semakin dekat dengan kalam—Mu. Aku merasa begitu mencintai-Mu. Lalu kupinta agar bisa menatap wajahMu kelak di syurga. Duhai, memuliakanMu aku merasa mulia. Lalu entah bagaimana ceritanya, mulia berubah jadi jumawa. Aku tergelincir jatuh. Mimpiku runtuh. Lalu berbisik hatiku, mungkin bukan aku. Mungkin bukan aku yang kelak kau janjikan menatap wajahMu..



Pernah pula ada harap di hatiku akan sesuatu. Aku menginginkannya, tapi tak pernah terkata. Sudah di depan mata walau setelah itu tak pernah menjadi yang ku punya. Ia berkelok di depanku. Menghindariku. Ya, aku berkata lagi. Mungkin bukan aku. Bukan aku. Betapapun kuat harapku akan itu, betapapun aku pikir aku pantas untuk itu.



Setelah itu, usai dari shalatku, aku berdoa kepadaMu. Tapi tunggu, sejenak doaku terhenti, demi melihat teman sebelahku berdoa lebih khusyu. Kupandangi wajahnya, aku terenyuh. Ah, mungkin Kau sedang mendengar doaNya. Sedang aku lebih sering memaki-maki, tak tahu diri. Hmmm, memang bukan aku. Aku yang meminta jannah tertinggi. Tapi tak akan kudapati. Karena bukan aku.








Aku punya teman yang baik. Berkali-kali ku hujamkan kata jahat untuknya. Ku buat hatinya rusak karena ucapanku. Dan saat sampai kesadaranku, aku sesalkan semuanya. Tapi terlambat, walau sudah kutebus dengan maaf, tetap ada bekasnya. Kadang kulihat luka di matanya, menatapku. Ah, memang bukan aku. Muamalahku sangat buruk..



Dan semuanya bertumpuk dalam diriku. Aku malu, tapi masih ada harap itu.

Kuat, semakin kuat. Walau terasa semakin berat.

Betapapun tak pantasnya aku, dengan segala hitamku.

Aku masih ingin.

Sungguh, walau ku ucap keluh, aku semakin rindu.



Maka tamparlah aku sahabat. Bawalah aku keinti ayat. Karena aku ingin tamat dengan sebaik—baik riwayat. Ku mohon,tak sesuatupun yang hentikan langkahku. Betapapun semakin hari, semakin tak pantas lisanku menyimpan hapalan, aku tak akan diam. Membiarkan hatiku akhirnya menyerah, lalu  bergumam : Mungkin bukan aku.
Aku memang bukan mahasiswi yang paling pandai dikelas ...tapi bisa aja aku menjadi seorang yang kutu buku menerapkan moto tiada hari tanpa belajar...tapi



Maka untuk yang satu ini, tak sudi aku menyudahinya dengan kata itu. Aku pasti mampu.......

Semua karena CINTA


Semua karena cinta. Mungkin, itu jawabnya.


Karena cinta, seorang ayah bekerja siang malam. Seorang ibu rela tak tidur bermalam-malam. Sang kakak,menjaga adiknya yang pergi sendirian keluar rumah. Sang adik, membagi coklat hasil beli dari tabungannya kepada kakaknya. Seorang anak, merawat orang tuanya yang tengah renta. Hmm...


Lagi-lagi karena cinta. Saat seorang sahabat merengkuh tubuh sahabatnya, lalu memberikan bahu untuk menangis sesenggukan di sana. Saat seorang sahabat membawakan teh atau susu hangat untukmu yang kedinginan di fajar hari bersamanya. Saat seorang sahabat menyelimutimu yang terselimuti dingin di tidur malammu. Saat seorang sahabat menggapai tanganmu tuk menyeberang kelokan sungai ketika menjelajah bersamanya. Saat seorang sahabat dengan sigap membantumu bangkit ketika terpeleset di tanah lumpur cokelat, dan ia membersihkan rokmu yang belepotan. Saat seorang sahabat menggenggam tanganmu erat kala foto perpisahan. Saat seorang sahabat menepuk bahumu, meski tanpa kata, ia bersyarat, 'semangat ya!'.


Ya, karena cinta.


Pun, karena cinta pula, seorang hamba bangun di tengah malam. Mengucek mata yang masih saja ingin menelangkup. Dan kemudian ia menyebut namaMu, mengesakanMu. Bergegas mengambil air wudhu, khawatir syetan kembali beraksi. Lalu, ia berdiri mengenakan mukenanya. Menggelar sajadahnya, dan menyambut takbir, "Allaahu akbar..". Dimulainya bacaan. Ah, ia tersengguk. Bahkan, saat menyelesaikan ayat awal Al Fatihah, "Arrahmaanirrahim...". Lebih keras, ia terbata. Ia ulang tiga kali bacaan, "Iyyaakana'budu waiyyaakanasta'iin". Ia menangis. Sempat terhenti sejenak. Mungkin, ia tak bisa menahan tangisnya. Lalu, dilanjutkan hingga usai ayat pembuka itu.


"Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi...", dan seterusnya. Surat Ali Imran 102 mengawali. Kemudian, dilanjutkan. Dan lagi-lagi, ia sesenggukan. Seingatku, surat ini sangat disukainya. Dan sepertinya, ia meresapinya. Ya, ia sedang bebincang dengan Rabb-Nya, dan kemudian, dinasehatkanlah ayat-ayat ini untuknya, untuk umat manusia. Dan begitu pulalah yang dirasakan seorang yang makmum padanya, sesenggukan menikmati indahnya ayat. Ah, karena cinta.


Karena cinta, Allah menghadiahkan ayat Qur'an sebagai petunjuk kita kembali padaNya.
Karena cinta, seorang hamba Allah melantunkan ayat itu dalam shalat di malamnya yang panjang.


Ya, lagi-lagi, karena cinta, ketika seorang kawan bertanya, "Kamu tidak apa-apa? Apakah tidak sebaiknya istirahat saja?"
Karena cinta, seorang kawan menyapa, "Bagaimana kabarmu hari ini, saudaraku?"
Karena cinta, seorang kawan berkata, "Sebaiknya, kamu tidak seperti ini, saudariku...", menasehat kebaikan.


Dan karena cinta, seorang kawan berbisik, "Aku mencintaimu, karena Allah..."


Masih ada yang lain? Ya.


Sekali lagi, karena cinta, seorang murid bertemu sang guru. Menyatakan keinginannya belajar. Ia giat, hingga tersitalah waktu tidurnya. Lalu ia taat, hingga akhirnya ayat demi ayat menjadi karunia nikmat baginya. Ya, karena cinta, ia memindah ayat Allah dalam dadanya. Hingga ia penuh, hingga semua terangkum di sana.


Karena cinta. Ia bersendiri dalam sepi. Menikmat sunyi, dan merasai perbincangan nurani. Nurani yang tentu pasti, jika iman masih ada dalam hati.


Karena cinta, ia berdatang silaturahmi. Ada bahagia di hati. Meski tak semudah menyampaikannya dari lisan. Namun, tertampaklah rindu kepada kawan. Kemudian mereka saling berpeluk. saling menepuk. Dan akhirnya, air mata mengalir. Tanpa kata. Tapi, hati mereka berbincang rindu. Ah, indah, sungguh indah.


Karena cinta, ia mendekati, kemudian menasehati.
Karena cinta, ia menghampiri, kemudian berbagi.
Karena cinta, ia mendampingi, kemudian meringan-i.


Ah, terlalu banyak kisah tentang cinta. Kisah ini, selamanya (semoga) menjadi kebaikan, jika diuruti dengan tepat. Tak melenceng aturan illahi, hingga berujung laknat. Naudzubillahi mindzalik.


Karena, cintalah, yang kemudian menjadikan iri para sahabat sebab dirindui oleh Rasulullah, "Siapakah mereka?", tanyanya. Ya, "Mereka, adalah dua orang yang bertemu dan berpisah karena Allah ta'ala... Mereka saling mencintai karena Allah..."


- Rabbi, semua cinta itu, lagi-lagi aku mengatakan, "Karena cinta!", dan semuanya, hadir dan terasai, adalah semata karena cintaMu pada kami... Lalu, mengapa masih ada yang merasa sendiri? "Laa tahzan, innallaha ma'ana..." Semestinya, ayat ini menjadi bukti bahwa cinta-Mu selalu menemani -





Ketika wajah ini penat memikirkanya...
 Ketika tangan ini letih tuk capai harapan...
 Ketika pundak ini terasa berat tuk memikul beban Amanah MU...
 Ya Robb terimalah sujudku dlm hit waktuMu....
 tuk bisa iklaskan semua padaMU...
 Agar bisa tunduk disaat yang lain Angkuh padaMu...
 Agar bisa TEguh disaat yang lain Runtuh dgn ujianMU...
 Agar bisa tetap hati ini tegar disaat yang lain Terlempar melupakanMu...
dari tulisa seorang ikhwah. ^^

Beginilah seharusnya....



Setiap wanita adalah cantik,dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan..

Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin terpancar..

Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan tidak diusahakan untuk dimilikinya??

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya..

Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya..

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan atau perempuan kasar..

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak akan ada pula kecantikan yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita..

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati..

Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan..

Kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya..

Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya..

Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala..

Jika hal tersebut dipenuhinya, maka kecantikan yang ada padanya tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat wanita tersebut dengan nafsu..

Atau dengan kata lain wanita tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi benar benar punya kelas dan partner handal untuk diajak berdebat..

Jadi, kecantikan dan kecerdasan bukanlah dua sisi yang harus dipilih namun harus digabungkan..

Hal ini karena jika dua pesona itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin indah..

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita..

Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris mendekati sempurna..

Selanjutnya, wanita seperti ini tentunya juga akan lebih mudah dipilih oleh laki- laki yang sholeh dari pada mereka yang hanya terlihat sibuk untuk tampil indah dengan rangkaian perhiasan bling bling di tubuhnya saja..

Ini adalah pilihan..sebelum tiba waktunya :)


 Kesendirian adalah saat-saat berharga di mana kita benar-benar mengasah ibadah, kemampuan, kepribadian dan pencarian ilmu yang sebaik-baiknya..
Sebagai bekal tatkala kita melepas masa kesendirian..

Kesendirian mengajarkan kepada kita, betapa sulitnya medan kehidupan tanpa adanya pendamping..
Kita punya keluarga dan kawan-kawan, tapi tidak selalu keluarga dan kawan bisa menemani kegiatan atau keperluan kita..
Mendengar hal paling rahasia yang kita simpan..
Tapi kesulitan, bukan menjadikan kita lemah dan mencari pegangan yang akan membantu kita guna menjalani kehidupan..
Pegangan atau di sebut seseorang yang siap sedia untuk mengantar dan menolong kita namun belum ada ikrar yang menghalalkan hubungan tersebut..
Itu hanya akan menjadikan kita makin bertambah lemah..

Kesendirian mengajarkan ketangguhan sebagai wanita, tatkala berbagai rasa menerpa. Kesedihan, kegelisahan, kerinduan, kebencian..
Kita bingung menumpahkan segala rasa itu kepada siapa..
Tapi jika kita berusaha untuk mendekati Allah secara perlahan, kita bisa mengandalkan Allah untuk itu..
Serahkan segala keluh kesah, kelemahan dan rasa sayang kepada Allah. Allah menjadikan kita kuat..
Mengandalkan Allah menjadikan kita bermetamorfosis menjadi kupu-kupu..
Kita berpegang pada Yang Maha Kuat, yang semesta alam adalah ciptaanNya. Secara fisik, kita terlihat seorang diri..
Berpanas-panasan berganti angkot ke sana kemari karena berbagai agenda kegiatan..
Keinginan untuk di perhatikan dan selalu di sayang, adalah lumrah bagi seorang wanita..
Anggap saja semua adalah warna kehidupan kita, warna ujian yang semoga bisa menguatkan iman kita..

Sejatinya kesendirian adalah mengasah diri untuk bermentalkan kemandirian..
Wujud kita mungkin sebagai kepompong, yang terlihat buruk dan tidak enak karena harus berada dalam ruang sempit..
Bukan tanpa alasan Allah menciptakan itu semua..
Hanya ingin menjadikan kita layaknya seekor kupu-kupu yang indah dan mampu terbang di alam bebas..
Jika kulit kepompong di robek sengaja, bukan malah menolongnya dari himpitan tapi sebenarnya ada kelemahan yang menunggunya tatkala ia berwujud kupu-kupu..
Sama dengan kita sebagai wanita, jika kita merasa tidak tahan dengan kesendirian kemudian kita berusaha mengakhiri kesendirian dengan jalan yang buruk (pacaran), sebenarnya akan melemahkan diri kita sendiri..
Kita akan terbiasa terlayani dengan baik, jika tidak di bantu kita akan merasa tidak di sayang..
Perlahan hal tersebut bisa menjadi kebiasaan buruk..

Akan ada masanya ketika romantika kesendirian menjadi suatu hikmah yang sangat bermakna, suatu cerita yang akan kita rindukan tatkala pasangan telah hadir di samping kita..

Kesabaran kita, keteguhan kita tidak akan berakhir sia-sia..
Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya..
Insya Allah..
)

Senin, 14 Januari 2013

Bermula...setelah menginjak usia 20 tahun

Ternyata,,,salah satu yang menjadi beban fikiran seorang ayah adalah ketika belum menikahkan  anak perempuanya.

dear...papiii
anakmu ini masih 20 tahun loh,,,
bisa saja ti ngilangin beban fikiran ituu
tapi sayang sekali ti udah terlanjur aqad sm s**s..hingga 2014 ..nanti :)