Selasa, 26 Agustus 2014

Untukmu Wahai Para Pejuang

Untuk saudariku yang sedang mengemban amanah..
Rasanya berat untuk memikul suatu amanah..
Tatkala semua masalah bertumpuk menjadi satu…
Tatkala semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing…
Tatkala melawan  sifat  egois dan individualis yang telah terpaut dalam diri ini…
Tatkala memikirkan kepentingan orang lain…
Waktu, tenaga, pikiran, harta seluruhnya dikorbankan..
Demi mencapai ridhoNya…
Wahai saudariku…
Pasti saudariku lelah, karena tidak hanya memikirkan belajar menuntut ilmu agama…
Pasti saudariku lelah, karena tidak hanya memikirkan urusan kampus,
Pasti saudariku lelah, karena tidak hanya memikirkan urusan pribadinya,
Namun, di samping itu para pejuang dakwah muncul untuk bisa menegakkan agama Allah..
Ia berusaha untuk mengamalkan dan mendakwahkan kepada orang lain
Kelelahan di dunia ini-InsyaaAllah- berbuah hasil..
Janganlah takut saudariku, ingatlah..
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan yang sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesusatu pun.(Q.s. An-Nuur: 55).
Berdakwah tidak hanya berceramah di depan khalayak ramai, bisa lewat tulisan, bisa dengan menyebarkan pamflet, mengajar anak-anak TPA,dll. Ingat, perkataan Abdullah bin Mubarak:
“Berapa banyak amal yang kecil menjadi besar nilainya karena niat. Dan berapa banyak amal  besar menjadi kecil nilainya dikarenakan niat.”
Ya, berdakwah tidak hanya dia berbicara di depan, dengan dia menyebarkan pamflet dengan hati yang ikhlas ia bisa menjadi perantara mendapatkan  hidayah bagi orang lain. Dengan dia menyediakan tempat kajian, membersihkan tempat kajian untuk para penuntut ilmu, menyebarkan info tentang kajian lewat sms, medsos, mengajarkan iqro’ untuk anak-anak TPA dia pun bisa mendapatkan pahala di dalamnya. Maka dari itu, banyak sekali pahala yang bisa kita cari sebenarnya untuk berusaha mengumpulkan amalan sholih di dunia ini. Walau dipandang hanya amalan yang kecil dan disepelekan, tapi karena niatnya maka ia akan berbuah pahala yang besar.
Terdapat perkataan yang sangat indah dan menyentuh hati yaitu dari Walid bin Sa’id Bahakam dalam kitabnya Al-Akhfiyaa’ al-Manhaj wa as-Suluk:
Salah satu sebab datangnya pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala, dan diterimanya amal adalah kehadiran hati yang ikhlas. Ketidakhadiran hati yang ikhlas inilah yang menjadi kelemahan kebangkitan Islam saat ini. Hati seperti ini mewarnai periode pertama Islam, namun tidak banyak disinggung oleh orang yang semestinya bertugas menyerukan kebenaran.
Itulah hati yang ikhlas, yang tidak memandang kedudukan dan tidak pula mengharapkannya.
Itulah hati yang ikhlas, yang tidak peduli dimana dia berada di jalan dakwah, tak peduli di depan atau di belakang, selagi dia tetap teguh di jalan dakwah kepada Allah Ta’ala. Itulah hati yang ikhlas, yang tidak merasa bosan atau gundah, dan yang menyibukkan diri dalam aktivitas dakwah.
Ya Allah, sibukkanlah kami dalam kebenaran dan janganlah Engkau sibukkan kami dalam kebatilan.
Itulah hati yang ikhlas, yang tak kenal waktu dalam melakukan dakwah, dan tak kenal batas akhir untuk berdakwah, dan selalu menjadikan setiap detik kehidupannya untuk berdakwah dan mewakafkan diri untuk dakwah.
Itulah hati yang ikhlas, yang tak pernah berbuat untuk kepentingan pribadi tertentu maupun kelompok, serta tidak untuk mendapatkan kesenangan dunia. Namun, dia berbuat demi keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Itulah hati yang ikhlas, yang maju ketika orang lain mundur, yang teguh ketika orang-orang tergelincir, yang sabar ketika orang-orang terguncang, yang lemah-lembut ketika orang-orang bertindak bodoh, yang memberi maaf ketika orang-orang merampas hak-haknya.
Itulah hati yang ikhlas, yang di dalamnya tidak ada tempat sekecil jarum pun untuk ditempati kedengkian terhadap orang Muslim.
Itulah hati yang ikhlas, yang tidak mengenal kepentingan diri sendiri, tapi mendahulukan kepentingan orang lain.
Itulah hati yang ikhlas, yang tidak bisa tidur memikirkan kondisi Islam.  
Tetaplah berjuang di jalan Allah di atas manhaj yang haq ini, manhaj as-Salafush Shalih, semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada si penulis dan antunna, dalam menuntut ilmu, beramal dan berdakwah. Semoga Allah memberikan keikhlasan dan ketakwaan di dalam hati kita semua.
sumber : Blog Qaanitah

Jika suatu saat nanti kau Jadi IBU

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
Ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid.
Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia:
“Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan?
Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?”
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman.
“Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair.
Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid.
Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya.
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun.
Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu.
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah.
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab.
Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah.
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya.
Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya: “Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu.
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya,panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya,
tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman.
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan.
Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses.
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu. Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor. Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia. Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.
Sumber: Copy dari Grup WA

sebagai pengingat

...
Kebahagiaan itu adalah Allah jadikan hati ini lebih lapang dengan syari’at-Nya. Allah jadikan diri ini lebih tenang dengan apa-apa yang Dia janjikan, kehidupan yang kekal, akhirat. Meski di dunia kita merasa asing, berbeda dengan pandangan kebanyakan orang, berbeda dalam hal yang nampak remeh sekalipun, entah itu cara berpakaian, bergaul dan lainnya, tidaklah sepantasnya membuat kita goyah di jalan kebenaran yang telah kita pilih. Cukup bagi kita Allah, Dzat yang tiada pernah menyalahi janji.
Kebahagiaan  itu adalah Allah kumpulkan diri ini bersama orang-orang sholih yang mana hanya dengan melihatnya saja-sesama jenis.pent-maka teringatlah kita akan akhirat, yang tutur katanya penuh nasihat, yang tindak tanduknya memberi teladan dan membuat malu sendiri karena  belum bisa sebaik mereka.
dikutipdari tulisan Ketika Cinta Merindu
Tidak ada kegembiraan yang lebih besar bagi seorang muslimah, selain TAAT pada syariat Allah

Senin, 18 Agustus 2014

NOTABLE !!!

inilah salah satu motivasi saya..

akan SELALU DAN HARUS..berusaha menjadi lebih baik..lebih baik lagi...
menjadi ibu terbaik bagi anak-anak saya..
hey ..taukah ...itulah cita2 terbesar saya...yaa..menjadi ibu terbaik
saya tidak ingin mengecewakan malaikat kecil yang lahir dari rahim saya nantinya...
doakan saya ...

Rabu, 13 Agustus 2014

hey..van

hey..lo
jaga hati lo untuk lelaki yang akan menemani lo seumur hidup  lo..!!!

abaikan..abaikan..n fokus sidang

Selasa, 12 Agustus 2014

noted !!!

menikah itu bukan perlombaan, yang dinilai dari seberapa cepat bersanding di pelaminan..
jadi, woles ajaa  :D

bosen denger curhatan temen ttg jodoh..nikah n blalalaa..

Senin, 11 Agustus 2014

***

mereka yang tidak mengerti atau saya yang merasa tidak dimengerti...
apa yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan harapan..
biarlah semuanya berjalan atas kehendakNya...
dan itulah yang terbaik...
sabarkan saya..sabarkan..
Rabb...karuniakanlah kesabaran tanpa batas itu..

^^

Peluklah selalu kesabaran, niscaya Allah akan selalu memelukmu...
Yakinlah Allah selaluu tahu apa yang tepat dan terbaik untuk kita..
selalu
..
untaian nasihat penyejuk hati dari ukhti shalihah sore ini  ..

it's me

90 %..gw begete

golongan darah B ------------------------
Makanan yang harus dijauhi GolDar
‪#‎B‬: telur puyuh, minuman bersoda, jagung, roti gandum, tomat, kacang tanah, belimbing, daging, lobster Makanan yang harus dikonsumsi B: susu, bubur, keju, sayur brokoli, kembang kol, wortel, teh hijau, daging, ikan dari laut
GolDar #B ketika bertemu dengan orang yang ia sukai, tanpa emosi, segera cuek dan malah bergaya (salting)
#B itu cenderung keras sama orang lain tapi tidak untuk diri sendiri Urusan waktu,
#B paling cuek. mereka seperti punya aturan sendiri. meski dalam hati sudah berniat untuk selalu disiplin
Bagi #B, penampilan itu ya gini ini. suka gak suka, this is me. apa adanya
#B itu hobi ngebully orang sampe si korban sering jengkel sama dia
#B paling suka tantangan
#B itu cuek banget gak suka mikirn ini itu, tapi sekalinya sakit hati gak bisa lupa / susah sembuhnya Kebiasaan
dari #B: menikmati kesendirian, tapi gampang emosi dan kurang suka basa-basi Eh
#B, masih sering ngisengin orang?
Kamu pasti #B ya? | Kok tau? | Karna kamu itu energik, spontan tapi kadang ceroboh nak"-- Kalau
#B itu justru paling alergi sama aturan yang terlalu kaku & mengikat. Bener kan? pasti bener
#B itu kalau marah suka gak kekontrol, tapi cepet ngelupain. padahal lawannya masih sakit hati-_-
#B cuek diem2 care. dingin diem2 sayang/?
#B itu suka gengsi nyatain isi hatinya. kadang mau bilang ini yang keluar malah itu
#B itu kalau udah sayang pasti bakal perhatian banget, sampe dikatain bawel sama pasangannya Kebebasan itu udah jadi nafasnya
#B Kalau ortu beri nasihat Pahami maksudnya, jangan dengar marahnya GolDar
#B itu bukan nekat Mereka pasti tahu konsekuensinya
#B pacar aja bisa di cuekin, gimana mantan?! jadi yang jadi mantannya B sabar aja yaa
Pagi #B, ayo bangunnya jangan di biasaain siang #B ngalong karena besok libur/?
#B gitu ya, suka jailin orang.. tapi untungnya kamu friendly kita maapin deh
#B "Hidup itu untuk berpetualang"
#B itu kalau ngomong suka bikin orang tersinggung tanpa bermaksud nyinggung/?
Hey #B, sama temen juga cuek?
Ciyeee #B yang cueknya kelewatan tapi diam2 perhatian ciyeee Ibarat musim panas,
#B paling menggebu-gebu kalau ada "somethingnya", tapi ya gitu kadang kelamaan datengnya #B itu gampang menggebu-gebu sama sesuatu, gampang bosen juga
#B itu kadang sering dikira ember, padahal gak-_-
Katanya, #B itu demen ngegosip tapi benci digosipin-_-
#B itu kalau dinasehatin reaksinya "oh iya iya" tapi sebenernya masuk telinga kanan keluar telinga kiri/? #B itu mudah marah, tersingung, suka ngeyel kalau dinasehati
#B itu pedes omongannya, tapi kadang ada benernya Gaya pakaian
#B itu simpel tapi keliatan wow/?
#B itu kalau lagi jatuh cinta, marah, berbunga-bunga, dsb. itu mudah ketebak dari raut mukanya
#B itu suka bikin orang seneng dan ketawa walaupun terkadang kondisi dia sendiri lagi ngedown
#B itu kalau diajak curhat ngasih nasehatnya sok bijak, padahal gak ngerti sama maksud omongannya sendiri-_-
#B itu kalau galau butuh banget temen curhat
#B itu rata2 cepet nyambung sama pelajaran. tapi, gampang cepet lupa karena males mempelajarinya kembali
#B itu bukan males, tapi dia punya cara sendiri buat selesain pekerjaannya/?
#B itu kalau di kelas paling suka duduk agak ke tengah. Bener? Hey
#B, masih suka cuek?
#B "To me, doing is the best planning" Katanya,
#B itu sifatnya pendendam. tapi, gak pernah kesampaian dendamnya
#B itu suka ngelanggar aturan, berjiwa bebas gak
suka dikekang
#B itu sebenernya ramah, cuman mukanya B itu flat makanya disangka judes/?
#B itu kalau disuruh pasti ujung2nya lupa terus banyak alasan pula-_-
#B itu paling gampang bikin pasangannya cemburu.
sumber: FP golongan darah