jadi begini ceritanya,satu minggu yang lalu saya merasakan sakit yang cukup mengkhwatirkan.saat itu tak ada niat untuk ngasih kabar ke orang tua ..namun saat sakit..tiba2 papi nelpon,seperti biasa hal pertama yang beliau tanyakan adalah ttg keadaan sy kmudian ttg kuliah dan sebagainya..waktu itu sy menjawab pertanyaan beliau dengan terbata-bata karena merasakan sesak nafas,beliau kembali bertanya karena gak yakin kalo saya baik-baik aja,tapi saya berusaha meyakinkan mereka bahwa saya baik-baik saja karena tidak ingin membuat mereka khawatir...
besok paginya..beliau kembali menelpon..alangkah terkejutnya sy bahwa mama sudah beli tiket untuk ke jakarta besoknya,sungguh sy merasa menyesal mngangkat telpon dri beliau tadi malam yang telah membuat kedua orang tua saya merasa sangat khwatir sehingga memutuskan untuk mngunjungi saya...lagi-lagi saya menyadari..begitu besar rasa perhatian,rasa sayang dan rasa cinta orang tua pada anaknya..ya Allah bagaimana saya bisa membalas kebaikan mereka pada saya..
alhamdulillah selama seminggu mama berada disamping saya,setiap kali bangun pagi hal yang paling indah saya rasakan adalah ketika melihat mama ada disamping saya..sungguh nikmat yang luar biasaa.
selama seminggu ini kami berbagi cerita tentang banyak hal mulai tentang diri sendiri,keluarga,tetangga..dan sebagainya..disini point penting yang ingin saya ungkapkan adalah..saya salut sama mama..beliau adalah sosok wanita yang pekerja keras demi kebahagiaan anaknya,dan yang lebih penting adalah ketika saya menyampaikan sedikit ilmu tentang agama yang saya dapatkan selama ini,beliau begitu antusias dan terlihat begitu senang mendengarkan pengetahuan-pengetahuan tentang agama islam.saya menyadari bahwa orang tua saya adalh orang yang biasa-biasa aja..bukan ustad atau ustadzah,namun bagi saya ini adalah kesempatan yang diberikan Allah buat saya untuk menunaikan kewajiban saya sebagai seorang anak yaitu melindungi keluarga dari siksaan api neraka..sebagai ladang dakwah saya di keluarga keci yang saya cintai ini^^
Minggu, 30 Juni 2013
Sabtu, 01 Juni 2013
nice..
Untuk jadi sarjana ekonomi atau insinyur, kita butuh 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, 4 tahun kuliah, dapat gelar sarjananya.
Untuk jadi apoteker, akuntan, psikolog, dokter dan gelar profesi lain, kita tambah lagi 2 tahun sekolah profesi, pengabdian, dsbgnya.
Tetapi untuk menjadi ibu rumah tangga? Dikumpulkan seluruh pendidikan tersebut, ditambah lagi bertahun2, bertahun2, bertahun2 kemudian, tetap tidak akan cukup untuk bisa memastikan seseorang berhak menyandang: ibu rumah tangga terbaik. Karena panjang dan pentingnya proses pendidikan ibu rumah tangga.
Nah, kalau semua orang ingin sekolah tinggi2 demi gelar, profesi, pekerjaan, dsbgnya, maka ajaib sekali, kenapa orang2 begitu menyepelekan pendidikan super tinggi untuk menjadi ibu rumah tangga? Padahal memiliki anak yang berakhlak baik, keluarga yang bahagia, jauh lebih penting dibandingkan kesuksesan karier dan sebagainya.
Berikan pendidikan kepada anak2 perempuan kita setinggi mungkin, agar kelak saat menjadi Ibu, sungguh berguna semua ilmunya. Satu Ibu yang baik, akan melahirkan satu keluarga yang baik. Satu generasi Ibu yang baik, maka akan datanglah penerus yang dijanjikan.
--Tere Liye, rp
Untuk jadi apoteker, akuntan, psikolog, dokter dan gelar profesi lain, kita tambah lagi 2 tahun sekolah profesi, pengabdian, dsbgnya.
Tetapi untuk menjadi ibu rumah tangga? Dikumpulkan seluruh pendidikan tersebut, ditambah lagi bertahun2, bertahun2, bertahun2 kemudian, tetap tidak akan cukup untuk bisa memastikan seseorang berhak menyandang: ibu rumah tangga terbaik. Karena panjang dan pentingnya proses pendidikan ibu rumah tangga.
Nah, kalau semua orang ingin sekolah tinggi2 demi gelar, profesi, pekerjaan, dsbgnya, maka ajaib sekali, kenapa orang2 begitu menyepelekan pendidikan super tinggi untuk menjadi ibu rumah tangga? Padahal memiliki anak yang berakhlak baik, keluarga yang bahagia, jauh lebih penting dibandingkan kesuksesan karier dan sebagainya.
Berikan pendidikan kepada anak2 perempuan kita setinggi mungkin, agar kelak saat menjadi Ibu, sungguh berguna semua ilmunya. Satu Ibu yang baik, akan melahirkan satu keluarga yang baik. Satu generasi Ibu yang baik, maka akan datanglah penerus yang dijanjikan.
--Tere Liye, rp
Langganan:
Postingan (Atom)