Waktu berjalan terus
Tak ada yang bisa membuatnya berhenti
Sekalipun kita sangat bagus, fokus, serius
Kita pasti tetap akan rugi !!!
Kecuali ....
Kita memenuhi empat syarat kumulatif ini
PERTAMA iman,
"membenarkan secara pasti" artinya,
setelah melalui proses rasional berpikirnya,
tentang alam dan hukum-hukumnya yang begitu rupa,
bahwa di balik semuanya ini ada Yang Maha Kuasa,
Tuhan Yang Maha Esa, yang berbeda dengan segala mahluk-Nya,
Yang hukum-hukum fisika tidak berlaku atas-Nya,
Karena bukan materi, energi, juga tidak terikat ruang dan masa.
Sementara, manusia ini lemah, tempat salah dan lupa,
maka kita ingin tahu, di dunia ini harus bagaimana ?
juga ingin kepastian, bagaimana cara memohon kepada-Nya ?
maka Tuhan mesti menurunkan utusan yang dibekali bukti nyata,
bahwa utusan itu memang otentik diutus oleh-Nya.
Itulah para nabi dan rasul untuk manusia,
itulah Ibrahim yang api tak mampu membakarnya,
itulah Musa dengan tongkat yang mengalahkan segala sihir dan mantra,
itulah Isa yang menyembuhkan sakit apapun termasuk kusta,
dan itulah Muhammad yang membawakan bacaan mulia,
yang tidak memiliki keraguan dari sains, sejarah maupun bahasa,
yang bacaan itu tidak mungkin karangannya,
karena dia orang yang ummi, tak bisa baca tulis, apalagi sastra,
juga bukan karangan orang lain manapun di dunia,
sehingga tak ada pilihan lain, kecuali itu dari Yang Maha Bijaksana !
Itulah sebabnya, dengan syahadat iman di hati dijadikan nyata,
namun hanya dengan iman belaka, masih rugi kita !!!
Kita perlu yang KEDUA, amal shalih,
yaitu amal yang berkualitas mulia,
yang sesuai syariat-Nya, dan dikerjakan hanya karena-Nya,
"amal yang benar dan ihlas" istilahnya.
Kita tidak boleh sholat Jum'at empat rokaat, meski kita rela.
Kita tidak boleh juga berzina, meski ihlas dan suka sama suka.
Kalau bukan iman dan memenuhi syariat motivasinya,
tetapi entah hanya tradisi, ketakutan atau kepentingan usaha,
maka senyum kita tidak akan berpahala !!!
Amal shalih itu hubungan kepada Allah dan hubungan antar manusia,
menyangkut urusan cara masuk WC hingga bagaimana memerintah di istana.
Ada amal shalih yang diserahkan di pundak masing-masing kita,
ada pula yang merupakan kewajiban kolektif dengan komando negara.
Itulah, dengan amal shalih itu iman menjadi buah yang nyata,
yang menjadikan kita tak hanya orang penting, tapi baik adanya,
namun hanya dengan menjadi baik, ternyata itu masih hampa,
kita belum memperbaiki, masih sekedar baik saja,
dan itu bisa amat sangat berbahaya,
karena ketika ada pelanggaran dan maksiat merajalela,
namun tak ada yang menyingkirkan dengan kuasa maupun kata-kata,
maka pada saat itu, berapapun orang baik yang berdoa,
doanya tidak akan ijabah, akan sia-sia belaka.
Kita perlu yang KETIGA, menasehati dengan kebenaran,
yaitu menasehati dengan hujjah, dengan ilmu dan bukti nyata,
juga dengan cara-cara yang bijaksana,
bahkan kalau harus berdebat, gunakan kalimat yang lebih mulia.
Menasehati itu bukan perkara sederhana,
karena hidayah itu hak prerogatif Allah belaka,
kita hanya berlomba agar menjadi sarananya,
karena hidayah itu pasti akan menemukan jalannya.
Ada hidayah yang cukup dengan kata-kata membekas ke dalam jiwa,
ada yang memerlukan suri teladan di depan mata,
ada pula yang menunggu momen-momen pembalik rasa,
itulah, bahkan bagi Nabi pun, hidayah itu tetap rahasia.
Beriman, beramal shalih dan siap menasehati itu laksana cahaya,
namun banyak orang yang semula bersemangat menuju kesana,
ternyata di jalan dakwah berguguran, atau menjadi hampa,
bahkan yang kemudian malah jadi sinispun, ada juga.
Maka kita perlu yang KEEMPAT, menasehati dengan kesabaran,
yaitu sabar menasehati dan menikmati prosesnya,
ini bukan sabar karena ada musibah yang mengelakkannya kita tak bisa,
tetapi sabar yang lebih tinggi, pada iman ada amal konsekuensinya,
juga sabar yang paling agung, pada menasehati di jalan dakwahnya,
karena ini jenis-jenis sabar yang kita sama sekali tidak dipaksa,
tetapi karena kita ingin agar bukan menjadi manusia-manusia,
yang senantiasa rugi adanya.
Karena Waktu berjalan terus
Dan tak ada yang bisa membuatnya berhenti
Kecuali Tuhan Yang Maha Perkasa
Maka kita harus memberinya makna !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar